Daftar Joker123 idnlive idn poker Sbobet Mobile live22 sbobet88 casino prediksi hk
Berita Sehat

Sumber Protein Nabati bagi Vegetarian beserta Manfaatnya

Sumber Protein Nabati bagi Vegetarian beserta Manfaatnya

Sumber Protein Nabati bagi Vegetarian beserta Manfaatnya

Sumber Protein Nabati bagi Vegetarian beserta Manfaatnya – Makin banyak orang yang makin peduli akan kesehatannya dengan menerapkan pola makan sehat. Satu antaranya adalah dengan mengadopsi pola makan vegetarian asupan protein hewaninya sangat minim, bahkan ada yang menghindarinya sama sekali (misalnya pada vegan). Sumber utama proteinnya adalah dari nabati.

Namun, sumber protein terbesar datang dari produk hewani. Protein amat dibutuhkan untuk mendukung daya tahan tubuh dan proses metabolisme.

Nah, vegetarian rentan kekurangan asupan protein. Namun, tak perlu khawatir, karena protein nabati tetap bisa diandalkan. Apa saja sumber makanannya?

1. Kacang kedelai dan edamame

12 Manfaat Edamame 'Kedelai Jepang' Bagi Kesehatan | HonestDocs

Menurut sebuah laporan dalam jurnal Nutrients tahun 2018, produk kacang kedelai seperti tahu dan tempe serta kacang edamame adalah sumber protein nabati yang sangat baik.

Setiap 100 gram kacang kedelai mengandung 17 gram protein yang baik untuk membangun otot tubuh.

Melansir laman Sbobet Casino , ada beragam manfaat yang diberikan oleh kacang kedelai, salah satunya adalah membantu mengelola diabetes. Menurut beberapa penelitian, kacang kedelai mampu meningkatkan reseptor insulin dalam tubuh sehingga efektif untuk mengatasi diabetes.

2. Kacang polong

8 Khasiat Kacang Polong untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui | Dream.co.id

Memasak secangkir kacang polongĀ  (240 ml) mengandung 9 gram protein. Menurut laman NutritionData, jumlah tersebut sedikit lebih banyak dari secangkir susu.

Jumlah tersebut juga dapat memenuhi 25 persen dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) serat, vitamin A, C, K, tiamina, folat, dan mangan harian.

Kacang polong juga merupakan sumber zat besi, magnesium, fosfor, zink, tembaga, dan jenis vitamin B lainnya.

Menurut sebuah laporan dalam jurnal Nutrients tahun 2010, kacang polong dan legum telah terbukti dapat menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh, yang mana keduanya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung jika kadarnya berlebihan.

3. Quinoa

Quinoa: Nutrition, health benefits, and dietary tips

Sering memasak menjadi couscous, quinoa memiliki tekstur crunchy dan rasanya yang seperti kacang. Bebas gluten, secangkir quinoa matang (185 gram) mengandung sekitar 8 gram protein.

Melansir FoodData Central dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), selain mengandung protein lengkap, quinoa juga menawarkan magnesium, zat besi, serat, dan zink dari biji-bijian biasa.

Quinoa umumnya sering menjadi sebagai pengganti nasi, atau mencampurkan dengan susu untuk tekstur creamy seperti bubur untuk sarapan.

4. Oatmeal

Oatmeal: Nutrition, Benefits, Types, Toppings

Oatmeal merupakan bahan makanan yang sering menjadi rekomendasi sebagai menu sarapan sehat. Oat terbuat dari gandum kering, masih satu jenis keluarga dengan gandum. Oatmeal juga menjadi salah satu alternatif sumber protein karena kandungannya cukup tinggi dan dapat membantu produktivitas hormon dan enzim dalam tubuh.

Menurut keterangan dari FoodData Central, secangkir oatmeal matang mengandung 5,94 gram protein.

Melansir Medical News Today, salah satu manfaat oatmeal adalah menurunkan kadar kolesterol. Sebuah penelitian tahun 2014 menyebutkan bahwa oatmeal mampu mengurangi kadar kolesterol jika mengkonsumsi setidaknya 3 gram per hari.

5. Kacang-kacangan

Konsumsi Kacang-Kacangan Mampu Stabilkan Gula Darah

Melansir Health, semua jenis kacang mengandung lemak dan protein, sehingga baik untuk dikonsumsi para vegetarian. Kacang almon, mete, dan pistachio sebagai contoh, semuanya mengandung 5-6 gram protein per ons (setara dengan 28,3 gram).

Saat membelinya, pastikan memberi produk dengan kandungan paling minimal atau yang kandungan garamnya paling sedikit. Hindari produk yang mengandung minyak yang terhidrogenasi atau tinggi gula.

Manfaat dari kacang-kacangan banyak sekali! Salah satunya, menurut sebuah penelitian dalam jurnal Clinical Interventions in Aging tahun 2007, kacang-kacangan mengandung antioksidan polifenol yang dapat melawan stres oksidatif, dengan cara menetralkan radikal bebas, yakni molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan meningkatkan risiko penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *