Daftar Judi Online idnlive Daftar Sbobet Bola Daftar IonCasino Login IonCasino Login Judi Online
Berita Sehat

5 Penyakit Ini Bisa Ditularkan dari Hewan ke Manusia

5 Penyakit Ini Bisa Ditularkan dari Hewan ke Manusia

5 Penyakit Ini Bisa Ditularkan dari Hewan ke Manusia

5 Penyakit Ini Bisa Ditularkan dari Hewan ke Manusia – Pemberitaan dari Radio France Internationale pada 18 September 2020 lalu, otoritas kesehatan kota Lanzhou, Tiongkok, mengonfirmasi bahwa telah terjadi wabah brucellosis yang menjangkiti lebih dari 3.000 orang pada kota tersebut.

Wabah minor ini beritanya terjadi akibat adanya kebocoran pabrik biofarmasi dan belum ada konfirmasi penularan dari manusia ke manusia.

Brucellosis sendiri merupakan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Brucella dan biasanya penularannya dari hewan ternak ke manusia. Olahan makanan daging dan susu yang olahannya tidak dengan baik juga dapat mengandung bakteri Brucella.

Gejala brucellosis umumnya muncul lima hari setelah infeksi, yaitu demam, batuk, pusing, nyeri sendi, keringat berlebih, dan penurunan berat badan.

Nyatanya, selain brucellosis, ada beberapa penyakit lainnya juga bisa penularannya dari hewan ke manusia (zoonosis). Menurut National Institutes of Health, 60 persen penyakit menular merupakan zoonosis. Apa saja penyakit menular dari hewan yang perlu kita waspadai bersama.

1. Antraks

Virus Corona & 5 Penyakit Lain dari Hewan: Unta, Kelelawar hingga Babi

Antraks alias sapi gila adalah salah satu penyakit menular dari hewan ternak seperti sapi. Penyakit ini bersifat akut dan sangat mematikan.

Manusia bisa tertular jika menyentuh, berkontak, atau memakan daging ternak yang mengandung Bacillus anthracis, bakteri penyebab antraks. Umumnya, bakteri tersebut akan menyerang tiga bagian tubuh manusia, yakni kulit, pernapasan, dan pencernaan.

Jurnal sains berjudul “Anthrax Infection” yang menerbitkan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine tahun 2011 mengulas bahwa gejala awal pada orang yang terinfeksi penyakit ini mungkin dapat terlihat samar, sehingga sulit untuk melakukan deteksi dini.

Jika antraks menyerang kulit, maka kulit akan mengalami benjolan yang terasa sangat gatal. Biasanya benjolan dapat muncul pada tangan, wajah, dan leher yang suatu saat dapat mengakibatkan munculnya borok berwarna hitam. Jika sudah bertransformasi menjadi borok kering, biasanya luka tidak akan terasa nyeri dan bisa menimbulkan bekas.

2. Rabies

Anjing - Anjing foto (39661779) - Fanpop - Page 53

Sebenarnya rabies lebih sering terdapat pada hewan-hewan liar seperti rakun, musang, kera, dan kelelawar. Namun, sialnya rabies juga bisa menyerang hewan peliharaan kita seperti anjing dan kucing.

Gejala awal rabies bisa katanya mirip dengan gejala flu pada umumnya, seperti demam dan nyeri sendi.

Namun, seiring berjalannya waktu, orang yang terkena rabies mengalami kecemasan, halusinasi, produksi air liur berlebih, sesak napas, kelumpuhan, koma, hingga akhirnya meninggal dunia.

Pada dasarnya virus rabies akan menyerang sistem saraf pusat, yang mana hal ini akan memengaruhi perilaku dari organisme yang terjangkit.

3. COVID-19

Penting untuk Diketahui, Ini Jenis Virus yang Ada di Tubuh Kelelawar - Tribun Manado

Kelelawar adalah spesies mamalia terbang yang sudah mengalami evolusi selama jutaan tahun, khusus untuk membentuk antibodi yang resistan terhadap berbagai macam virus dan bakteri.

Salah satu virus berbahaya yang beritanya penularannya dari kelelawar ke manusia adalah penyakit yang hingga saat ini masih menjadi pandemik, yaitu COVID-19.

Melansir Sbobet Casino , sudah sejak lama virus corona telah bersembunyi pada dalam tubuh kelelawar yang digunakan sebagai inang yang aktif. Dalam sebuah study, menyebutkan bahwa terdapat beberapa bagian dari virus, yaitu RNA, yang telah ada dalam tubuh kelelawar tanpa memberikan dampak apa-apa terhadap kelelawar itu sendiri.

4. Toksoplasma

Yuk Kenali Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Hewan Peliharaan ke Manusia

Toksoplasma adalah penyakit menular yang pengakibatnya dari parasit Toxoplasma gondii. Pada umumnya, parasit bersel satu tersebut ada pada kotoran kucing dan daging yang tidak matang.

Pada orang dewasa yang sehat, toksoplasma tidak begitu membahayakan. Namun, toksoplasma akan berakibat fatal bagi ibu hamil dan orang-orang yang memiliki sistem imunitas rendah.

Study berjudul “Maternal and Congenital Toxoplasmosis: Diagnosis and Treatment Recommendations of a French Multidisciplinary Working Group” dalam jurnal Pathogens tahun 2019 menyimpulkan bahwa risiko bawaan toksoplasma pada ibu hamil bisa membahayakan bayi dalam kandungan.

5. Flu burung

Bahaya, Ini 4 Penyakit yang Bisa Ditularkan Unggas

Flu burung atau avian influenza adalah penyakit sejenis flu yang dapat bermutasi pada tubuh unggas dan menularkan ke manusia. Secara ekonomi, flu burung pernah mengakibatkan kerugian yang sangat besar karena membunuh hampir semua ternak ayam dan unggas lainnya pada bagian benua Asia dan Afrika.

Biasanya, penularan flu burung terjadi akibat kontak dengan unggas yang terinfeksi. Dalam banyak kasus, flu burung yang penderitanya  manusia dapat menyebabkan kematian. Gejala-gejala yang dapat ditimbulkan di antaranya demam, sakit kepala, batuk, nyeri otot, sesak napas, dan hidung berair atau tersumbat.

Menurut sebuah laporan berjudul “Avian Influenza Virus (H5N1): a Threat to Human Health” yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Microbiology Reviews tahun 2007, flu burung pada kasus-kasus tertentu bisa berpotensi menjadi pandemik global. Namun, secara probabilitas, skala risiko pandemik dari flu burung terbilang rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *